Profesionalkah Uji Profesi Guru?

Teman-teman guru, ada pesan dengan adanya uji profesional guru adalah peningkatan kesejahteraan. Namun dibalik semua kesan fisik tersebut ada tersirat profesionalisme yang memang harus dilakukan oleh seorang “guru” yang telah dijanjikan TUHAN menempati surga yang paling tinggi.

Ada banyak kejadian pemalsuan potofolio dalam rangka pelaksanaan Uji Profesi. Beberapa surat kabat yang memuat kejadian tersebut:

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/15/jogja/1043558.htm; http://www.sinarharapan.co.id/berita/0710/25/opi01.html; http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=21525; http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=138381&actmenu=43

Kejadian diatas adalah sebuah kenyataan yang terjadi ketika KITA sedang ingin bermaksud memperbaiki kualitas guru dan pendidikan yang selama ini kita nanti-nantikan. Pasti semua yang salah harus diberikan hukuman yang sepadan, namun demikian ada hal yang terlintas dalam pikiran: “Kenapa bisa terjadi?, dan Siapa yang salah?”

Pemerintah pasti bersalah.

Setelah kita coba analisa, ternyata dari batasan minimal lulus nilai portofolio adalah 750 point. Nilai tersebut selain ijazah dan pengalaman mengajar juga ada komponen kursus atau pengembangan karir yang jumlahnya sangat signifikan. Bila kita coba uraikan, komponen kursus / pengembangan relatif identik dengan 3 bulan pelatihan. Padahal pemerintah kita selama ini hanya menyediakan pelatihan untuk guru-guru sangat terbatas. Jumlah anggaran pelatihan yang tersedia tiap tahun tidak mampu menyentuh semua guru yang ada sehingga mereka harus menunggu antrian. Apabila dikehendaki semua tersentuh pada pelatihan yang sama, 10 tahun-pun tidak akan mampu menyelesaikan 2,7 juta guru yang ada. Padahal setiap pelatihan paling lama 1 bulan. Artinya ada waktu menunggu paling tidak 21 – 30 tahun baru dapat jatah. Apakah guru harus mengeluarkan kocek dari kantong sendiri untuk melatih dirinya sendiri??? dan kita semua pasti tau berapa duit yang ada di kantung para guru kita setelah dikurang banyak cicilan kridit  yang harus dibayar???? Jadi memang sangat sulit/jarang guru dapat lolos kualifikasi 750 bila tidak memanipulasi.

Apalagi setelah terjadinya ketidak lulusan, tindak lanjutnya adalah pelatihan. Berapa lama pelatihan yang harus dilaksanakan bila ingin memenuhi kualifikasi? dan mereka sangat minim pelatihan sebelumnya?. Pasti kalau masalahnya adalah kurangnya pelatihan maka harus dilaksanakan pelatihan berkali-kali supaya nilai pelatihan dapat naik dan tentu harus dengan uang yang banyak pula. Dan pasti tidak mungkin teman-teman kita yang melaksanakan pelatihan otomatis akan lulus kualifikasi, padahal mereka sangat berharap tentang turunnya tunjangan profesi tersebut.

Pasti ada hal yang harus segera diperbaiki sistem portofolio yang sedang dilaksanakan ini. Ada kemungkinan besar guru SD, SMP pelosok tidak akan pernah dapat tunjangan profesi bila harus mengikuti skenario sekarang. Walaupun memang kualitas harus tetap sebagai pegangan yang harus dipatuhi. Kalau sistem tidak dirubah, artinya kesempatan guru mendapatkan tunangan berarti harus ditunda sampai 5 / 10 tahun setelah mereka menempuh pelatihan yang sesuai. Mengapa waktu yang diperlukan harus 5 tahun? Sekali lagi, dengan dana yang terbatas seperti sekarang, waktu yang paling mungkin minimal ya 5 tahun. Masalahnya dengan menunggu dalam waktu tersebut pasti sudah ada proses demotivasi yang akan berbahaya bagi kelangsungan penjagaan kualitas sekolah.

Sebagai pemalsu, guru pasti juga bersalah.

Apapun alasannya, memalsu adalah salah. Tidak ada perkecualian bahwa terjadinya pemalsuan karena memang ada pikiran “kalau tidak memalsu tidak akan ada kesempatan” untuk dapat tunjangan profesi. Pasti nilai perjuangan guru dikorbankan dalam hal ini. So please deh, teman-teman tetap bersabar. Mudah-mudahan dikemudian hari akan ada jalan terang yang menyenangkan untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: